PALANGKA RAYA – Penutupan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun 2025 menjadi momentum penguatan nilai persatuan dan karakter generasi muda Kalimantan Tengah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran yang menutup langsung kegiatan tersebut di kawasan GOR Serbaguna Km 5,5 Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Minggu (2/11/2025), menegaskan pentingnya menjadikan filosofi Huma Betang sebagai pegangan hidup para pelajar.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa Persami KKRI bukan hanya melatih fisik dan kedisiplinan, tetapi juga membentuk sikap saling menghargai dalam keberagaman.

“Kegiatan ini mengajarkan kita hidup rukun, saling menolong, dan bergotong royong tanpa melihat perbedaan. Inilah nilai Huma Betang yang harus terus hidup dalam diri anak-anak Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar Sabran.

Ia mengingatkan para peserta agar menjadikan pengalaman selama Persami sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Menurutnya, generasi muda yang kuat adalah mereka yang mampu menjaga adab, etika, dan persatuan.

Gubernur juga menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa agar tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. Ia menekankan bahwa kesuksesan membutuhkan proses panjang yang harus dilalui dengan kesabaran dan kerja keras.

“Tidak ada hasil besar yang diraih secara instan. Semua butuh proses, usaha, dan doa. Yang penting jangan menyerah,” pesannya.

Selain itu, Agustiar Sabran mengingatkan bahaya pergaulan bebas, narkoba, serta judi online yang dapat merusak masa depan generasi muda. Ia meminta para pelajar untuk menjaga diri dan menjunjung tinggi adab di mana pun berada.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo menyampaikan bahwa Persami KKRI 2025 yang diikuti sekitar 3.000 pelajar SMA dan SMK se-Kalteng berjalan lancar dan aman.

“Anak-anak memang kelelahan, tetapi semua dalam kondisi sehat. Yang terpenting, mereka pulang membawa pengalaman berharga dan semangat baru untuk belajar,” ujarnya.

Reza menegaskan, Pemprov Kalteng berkomitmen melanjutkan kegiatan pembinaan karakter seperti Persami KKRI sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan nasional di bidang pendidikan.

Penutupan Persami KKRI 2025 ini menjadi penegasan bahwa pembangunan pendidikan di Kalimantan Tengah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi penerus. (AB)