PALANGKA RAYA – Olimpiade Bahasa Jerman Regional Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 bukan sekadar ajang unjuk kemampuan berbahasa asing, tetapi juga arena pembuktian kualitas pembinaan sekolah. Hal itu tercermin dari hasil akhir kompetisi yang seluruh posisi lima besar dikuasai oleh siswa SMA Negeri 3 Palangka Raya.
Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 November 2025, dan dipusatkan di Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Palangka Raya ini diikuti 115 siswa dari 10 SMA sederajat se-Kalimantan Tengah. Para peserta merupakan perwakilan sekolah yang telah mengimplementasikan pembelajaran bahasa Jerman secara aktif.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, yang diwakili Plt Kepala BTIKP, Apni Ranti. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa olimpiade ini menjadi indikator nyata sejauh mana efektivitas pembelajaran bahasa asing di satuan pendidikan.
“Olimpiade ini menunjukkan hasil proses panjang pembelajaran di sekolah. Prestasi yang diraih peserta merupakan cerminan dari konsistensi latihan, bimbingan guru, dan keseriusan sekolah dalam mengembangkan potensi siswa,” ujar Apni.
Ia menilai, dominasi satu sekolah dalam hasil akhir bukan sekadar keberuntungan, melainkan bukti adanya sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Menurutnya, hal ini patut menjadi bahan refleksi dan motivasi bagi sekolah lain untuk memperkuat pembelajaran bahasa asing.
Sementara itu, Ketua Panitia Apip Purnomo menjelaskan bahwa olimpiade ini merupakan hasil kerja sama Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng dengan Goethe-Institut Indonesia. Selain menguji kemampuan linguistik, peserta juga dinilai dari aspek pemahaman budaya, ketepatan berkomunikasi, serta keberanian tampil.
“Kompetisi ini dirancang untuk menguji kesiapan siswa secara menyeluruh, bukan hanya hafalan. Karena itu, proses seleksi di tingkat regional menjadi sangat ketat,” jelas Apip.
Dari hasil penilaian dewan juri, lima besar Olimpiade Bahasa Jerman Regional Kalteng 2025 seluruhnya diraih oleh siswa SMA Negeri 3 Palangka Raya. Juara pertama diraih Louise Rachelia Tubalawony (kelas XI), diikuti Alfredo Obie Kieran (kelas X) sebagai juara dua, Katherine Allusia Handra (kelas XI) juara tiga, Annaqueen Lyonica Prada (kelas X) juara empat, dan Desi (kelas XI) sebagai juara lima.
Dua peserta terbaik selanjutnya akan mewakili Kalimantan Tengah pada Olimpiade Bahasa Jerman tingkat nasional di Jakarta. Mereka diharapkan mampu membawa nama daerah dan melanjutkan tradisi prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Penyelenggaraan Olimpiade Bahasa Jerman Regional ini menjadi bukti bahwa kompetisi akademik masih menjadi instrumen penting dalam memetakan kualitas pendidikan sekaligus mendorong sekolah untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran bahasa asing di Kalimantan Tengah. (AB)





