PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah memfokuskan kebijakan pendidikan tahun 2026 pada penguatan kapasitas guru dan siswa di bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), coding, serta implementasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Komitmen itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diseminasi Kekayaan Intelektual di Best Western Batang Garing Palangka Raya, Rabu (4/3/2026).
Dalam paparannya, Reza menegaskan bahwa penguatan inovasi dan riset di lingkungan sekolah menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi muda yang kreatif dan berdaya saing. Karena itu, Dinas Pendidikan Kalteng mendorong pembentukan Research Club di setiap sekolah sebagai wadah pengembangan kreativitas siswa.
“Yang melakukan riset adalah anak-anak, bukan guru. Guru tugasnya membimbing dan mengarahkan sesuai karakter dan potensi sekolah masing-masing,” ujar Reza.
Ia menjelaskan, setiap sekolah ditargetkan minimal mampu menghasilkan satu riset atau inovasi setiap tahun. Potensi lokal daerah juga didorong menjadi sumber penelitian, mulai dari pengembangan produk berbasis komoditas unggulan hingga riset berbasis lingkungan.
Salah satu inovasi yang telah muncul, kata Reza, yakni penelitian siswa yang memanfaatkan air gambut menggunakan sistem katoda dan anoda hingga mampu menghasilkan energi untuk menyalakan lampu. Menurutnya, inovasi tersebut membuktikan bahwa kreativitas siswa di daerah memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Khusus untuk sekolah kejuruan, pengembangan inovasi diarahkan sesuai bidang kompetensi masing-masing, seperti teknologi jaringan, rekayasa, hingga pengembangan produk vokasi. Bahkan, Disdik Kalteng menargetkan konsep one school one product sebagai standar minimal inovasi di setiap sekolah.
Melalui penguatan riset, AI, coding, dan STEM, pemerintah provinsi berharap karya-karya siswa Kalimantan Tengah nantinya tidak hanya bermanfaat di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing dan menembus level nasional hingga internasional. (DIN)





