PALANGKA RAYA – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kenaikan IPM Kalteng ditopang oleh perbaikan di tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Harapan hidup bayi meningkat menjadi 74,01 tahun, mencerminkan membaiknya layanan kesehatan dan kesadaran hidup sehat. Pada saat yang sama, Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah terus bergerak naik, menandakan semakin luasnya akses pendidikan dan berkurangnya hambatan bagi generasi muda untuk bertahan lebih lama di bangku sekolah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Tengah tahun 2025 mencapai 74,86, naik 0,58 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan penanda perubahan arah pembangunan manusia di Bumi Tambun Bungai yang semakin bertumpu pada kualitas pendidikan dan adaptasi teknologi.

Namun, lonjakan kualitas pendidikan tidak berdiri sendiri. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten mendorong transformasi digital di SMA dan SMK, terutama di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau layanan pendidikan berkualitas. Penguatan infrastruktur TIK, pemanfaatan pembelajaran digital, hingga peningkatan literasi teknologi guru dan siswa mulai mengubah cara belajar sekaligus mempersempit kesenjangan pendidikan antarwilayah.

Dampak lanjutan dari digitalisasi ini terlihat pada dimensi ekonomi. Lulusan sekolah menengah kini memiliki keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga berkontribusi pada peningkatan daya beli dan kesejahteraan rumah tangga. Di saat yang sama, literasi digital turut mendorong akses informasi kesehatan yang lebih baik, memperkuat korelasi antara pendidikan dan umur panjang.

Capaian Kalteng bahkan mendapat pengakuan di tingkat nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai kebijakan pendidikan daerah ini telah berjalan lebih cepat dibandingkan kebijakan pusat yang baru diluncurkan. Pengakuan tersebut memperkuat posisi Kalteng sebagai salah satu provinsi yang menjadikan pendidikan digital bukan sekadar program, melainkan strategi pembangunan jangka panjang.

Dengan IPM yang terus meningkat, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi dan pemerataan. Keberhasilan Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan—terutama pendidikan berbasis teknologi—bukan hanya meningkatkan angka statistik, tetapi juga membangun fondasi manusia yang lebih adaptif, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan global. (AB)