PALANGKA RAYA – Di balik pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar serentak di Kalimantan Tengah, ada satu harapan besar yang disematkan pada setiap siswa yang duduk di ruang ujian. Harapan itu datang dari Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, yang menekankan bahwa TKA bukan sekadar soal nilai, tetapi proses membangun kejujuran dan kepercayaan diri peserta didik.
Menurut Reza, TKA dirancang sebagai alat pemetaan kemampuan akademik, bukan ajang saling membandingkan atau menekan siswa. Ia ingin setiap anak mengikuti ujian dengan tenang, mengandalkan kemampuan sendiri, dan merasa dihargai atas proses belajarnya. “Kami ingin anak-anak mengerjakan TKA dengan jujur dan nyaman. Tidak ada tekanan berlebihan, karena yang terpenting adalah potret kemampuan mereka yang sebenarnya,” ujarnya 6 November 2025.
Reza menilai kesiapan sekolah, termasuk SMAN 1 Palangka Raya, menjadi faktor penting terciptanya suasana ujian yang kondusif. Fasilitas yang memadai, kesiapan guru, serta pembinaan yang dilakukan jauh hari membuat siswa lebih percaya diri saat menghadapi ujian. “Kalau sekolah menyiapkan anak-anak dengan baik, maka ujian tidak lagi menakutkan, tetapi menjadi bagian dari proses belajar,” katanya.
Lebih jauh, Reza berharap hasil TKA dapat menjadi cermin jujur bagi semua pihak—baik pemerintah, sekolah, maupun guru—untuk melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki. Ia menegaskan bahwa data TKA akan digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran. “Dari sinilah kami bisa menentukan intervensi yang benar, agar mutu pendidikan terus meningkat,” jelasnya.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar tidak takut pada hasil. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang berbeda, dan tugas pendidikan adalah menumbuhkan potensi tersebut, bukan memaksakan standar yang sama. “Yang penting anak-anak sudah berusaha maksimal. Nilai bukan akhir segalanya, tapi pijakan untuk tumbuh lebih baik,” tuturnya.
Menutup keterangannya, Reza menyampaikan harapan agar pelaksanaan TKA ke depan benar-benar menjadi pengalaman belajar yang bermakna. “Kami ingin TKA menjadi ujian yang manusiawi, jujur, dan menggembirakan. Dari ruang-ruang ujian inilah lahir generasi Kalimantan Tengah yang percaya diri, berkarakter, dan siap melangkah ke masa depan,” pungkasnya. (AB)





