PALANGKA RAYA – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMAN 1 Palangka Raya menjadi contoh kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung pemetaan mutu pendidikan nasional. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, saat meninjau langsung jalannya TKA di sekolah tersebut, Selasa (4/11/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Iwa, TKA bukan sekadar ujian bagi siswa, melainkan instrumen penting bagi pemerintah untuk membaca kualitas hasil belajar secara objektif dan menyeluruh.

“Secara umum pelaksanaannya berjalan baik. Anak-anak sudah dipersiapkan sejak awal, ada pembinaan, motivasi, hingga try out. Ini menunjukkan sekolah memahami bahwa TKA adalah bagian dari proses peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

Ia menilai kesiapan siswa SMAN 1 Palangka Raya mencerminkan keberhasilan sekolah dalam membangun budaya evaluasi yang sehat. Para peserta terlihat terbiasa dengan sistem ujian berbasis digital, sehingga faktor teknis tidak menjadi penghambat dalam mengerjakan soal.

“Yang kita lihat di sini, anak-anak mengerjakan soal dengan tenang. Jadi hasil nanti benar-benar mencerminkan kemampuan mereka, bukan karena kesulitan teknis,” kata Iwa.

Lebih jauh, Iwa menjelaskan bahwa hasil TKA akan digunakan sebagai dasar pemetaan pendidikan oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, dinas pendidikan daerah, hingga sekolah.

“Dari data TKA ini, kita bisa melihat bagian mana yang sudah baik dan bagian mana yang perlu diperbaiki. Dari situlah intervensi kebijakan dan peningkatan kualitas pembelajaran akan dilakukan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kesiapan sarana dan prasarana di SMAN 1 Palangka Raya yang dinilai telah memenuhi standar pelaksanaan TKA. Ruang ujian yang nyaman, tertib, serta pengelolaan peserta yang disiplin dinilai turut mendukung suasana ujian yang kondusif.

Selain aspek teknis, Iwa menekankan pentingnya pendekatan psikologis dalam pelaksanaan TKA melalui semangat “jujur dan gembira”. Menurutnya, suasana ujian yang positif akan membantu siswa menampilkan kemampuan terbaik mereka.

“TKA seharusnya tidak menjadi beban, tapi sarana refleksi. Ketika anak-anak merasa tenang dan didukung, hasilnya akan lebih akurat,” tegasnya.

Dengan pelaksanaan yang tertib dan terukur, TKA di SMAN 1 Palangka Raya diharapkan mampu memberikan gambaran riil kualitas pembelajaran sekaligus menjadi pijakan penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Tengah. (AB)