PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan terus mempersiapkan pelaksanaan Program Sekolah Gratis yang masuk dalam program unggulan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Program tersebut disiapkan untuk membantu ribuan siswa mendapatkan dukungan biaya pendidikan secara tepat sasaran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kesiapan program itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPRD Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Senin (2/3/2026).

Dalam rapat tersebut, Reza mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp58 miliar untuk mendukung pelaksanaan Program Sekolah Gratis. Dana tersebut akan disalurkan melalui dua skema, yakni bantuan BOSDA dan bantuan belajar langsung kepada siswa penerima manfaat.

“Program ini kami siapkan agar benar-benar membantu peserta didik yang membutuhkan, terutama dalam memenuhi perlengkapan dan kebutuhan pendidikan mereka,” ujar Reza.

Ia menjelaskan, program tersebut menargetkan sebanyak 35 ribu siswa di seluruh Kalimantan Tengah. Penetapan penerima dilakukan melalui pemadanan data menggunakan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan jumlah data yang sudah berhasil dipadankan mencapai 31.565 siswa.

Data penerima terdiri dari desil 1 sebanyak 1.878 siswa, desil 2 sebanyak 3.395 siswa, desil 3 sebanyak 3.918 siswa, desil 4 sebanyak 3.948 siswa, dan desil 5 sebanyak 3.803 siswa. Selain itu, terdapat 12.305 siswa kategori desil 6 hingga 10 serta 2.318 siswa yang belum masuk dalam sistem pendataan.

Untuk tahap awal, bantuan diprioritaskan bagi siswa kategori desil 1 sampai 5 serta siswa yang belum terdaftar dalam sistem. Sedangkan data siswa kategori desil 6 hingga 10 akan diverifikasi lebih lanjut bersama Dinas Sosial guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Menurut Reza, validasi data menjadi langkah penting agar tidak terjadi kesalahan penyaluran bantuan. Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam proses pemutakhiran data penerima program.

Melalui program tersebut, setiap siswa penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1,5 juta per tahun. Sebanyak Rp1 juta dialokasikan untuk perlengkapan sekolah melalui BOSDA, sementara Rp500 ribu akan disalurkan langsung ke rekening siswa dalam dua tahap pencairan. (DIN)