PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan inklusif dan pendidikan khusus melalui pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tahun 2026 di Palangka Raya, Senin (11/5/2026).
Sambutan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, yang dibacakan Plt. Kabid SKH, Roslita, menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang dan menunjukkan potensi terbaiknya.
“FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang ekspresi dan pembuktian bahwa setiap anak memiliki potensi dan kreativitas yang luar biasa,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran disebut terus mendorong pendidikan inklusif yang adil, bermutu, dan menghargai keberagaman peserta didik tanpa diskriminasi.
Selain meningkatkan layanan pendidikan khusus, pemerintah daerah juga memperkuat kompetensi guru, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, serta pengembangan kegiatan penguatan talenta siswa berkebutuhan khusus.
Melalui pelaksanaan FLS3N ABK, pemerintah berharap peserta didik berkebutuhan khusus memperoleh ruang yang lebih luas untuk berkembang, berkarya, dan berprestasi di bidang seni dan sastra.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif serta memberikan kesempatan setara bagi seluruh peserta didik untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. (DIN)





