PALANGKA RAYA – SMK Negeri 1 Palangka Raya kembali melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Tahun 2026 dengan konsep terintegrasi bersama dunia industri dan sertifikasi tenaga kerja profesional.
Kepala SMKN 1 Palangka Raya, Sri Sundari, menjelaskan pelaksanaan UKK tahun ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama difokuskan pada Bidang Keahlian Konstruksi melalui kegiatan Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) dan sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) yang bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 1–2 April dan dilanjutkan pada 7 April 2026 dengan melibatkan siswa kelas XII dari sejumlah konsentrasi keahlian, seperti Teknik Geomatika, Desain Permodelan Informasi Bangunan, Teknik Perawatan Gedung, dan Teknik Konstruksi Perumahan.
“Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya diuji, tetapi juga mendapatkan pengakuan kompetensi melalui sertifikasi resmi. Ini menjadi bekal penting bagi mereka saat terjun ke dunia kerja,” ujar Sri Sundari.
Sementara itu, tahap kedua UKK dilaksanakan pada 8 hingga 10 April 2026 dengan melibatkan seluruh 13 konsentrasi keahlian di sekolah tersebut. Pada tahap ini, sekolah menggandeng 13 mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai penguji eksternal guna memastikan pelaksanaan ujian sesuai kebutuhan industri.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah pelaksanaan UKK pada kompetensi Teknik Sepeda Motor yang menghadirkan penguji langsung dari Cahaya Indah Motor. Para siswa menjalani ujian praktik layaknya di lingkungan kerja industri otomotif sebenarnya.
Menurut Sri Sundari, keterlibatan dunia industri menjadi langkah penting dalam menciptakan lulusan SMK yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja modern.
“Kami berharap kegiatan UKK ini dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja, profesional, serta mampu mendukung peningkatan kualitas pembangunan, khususnya di Kalimantan Tengah,” tutupnya.
Melalui sinergi antara sekolah, lembaga sertifikasi, dan dunia industri, SMKN 1 Palangka Raya terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang memiliki keterampilan, sertifikasi, dan daya saing tinggi. (DIN)





