PALANGKA RAYA – Pemerintah pusat berencana meningkatkan dukungan revitalisasi sekolah di Kalimantan Tengah setelah sebelumnya puluhan sekolah di daerah tersebut menerima bantuan perbaikan fasilitas pendidikan.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq, saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Palangka Raya, Sabtu (2/5/2026).
Fajar menjelaskan, secara nasional pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun pada tahun 2025 untuk memperbaiki lebih dari 16 ribu sekolah rusak berat serta pembangunan ruang kelas baru di berbagai daerah.
Khusus di Kalimantan Tengah, sebanyak 73 sekolah jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) telah menerima bantuan revitalisasi melalui program pemerintah pusat.
“Tahun ini kami berharap jumlah penerima manfaat di Kalimantan Tengah bisa ditingkatkan. Kami siap berkolaborasi karena anggaran revitalisasi kemungkinan akan bertambah,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, pemerintah disebut telah mengamankan anggaran awal sebesar Rp14 triliun yang akan digunakan merehabilitasi lebih dari 11 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Bahkan, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disebut berencana memperluas cakupan revitalisasi hingga sekitar 70 ribu sekolah secara nasional guna mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.
Program revitalisasi tersebut diprioritaskan bagi sekolah rusak berat, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah terdampak bencana agar layanan pendidikan yang layak dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Melalui peningkatan revitalisasi sekolah itu, pemerintah berharap kualitas sarana pendidikan di Kalimantan Tengah terus meningkat sehingga mampu mendukung proses belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi peserta didik. (DIN)





