PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan melalui penguatan digitalisasi dan pembangunan sarana pendidikan, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses dan transparansi layanan pendidikan.
Komitmen itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat menerima audiensi DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat di Aula Pintar Dinas Pendidikan Kalteng, Senin (2/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Disdik Kalteng menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi langkah penting dalam membangun tata kelola pendidikan yang lebih akuntabel. Karena itu, pemerintah provinsi terus mengembangkan sistem pemantauan berbasis digital yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.
Melalui aplikasi PENA KALTENG, masyarakat kini dapat memantau berbagai data sekolah secara terbuka, mulai dari jumlah tenaga pengajar, jumlah peserta didik, hingga penggunaan Dana BOS setiap tahunnya. Bahkan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga telah terintegrasi dalam sistem tersebut.
“Sekarang sudah tidak bisa bohong lagi. Semua data sekolah, termasuk dana BOS dipakai untuk apa saja, bisa dilihat langsung melalui handphone,” ujar Reza dalam paparannya.
Selain penguatan digitalisasi, Disdik Kalteng juga terus meningkatkan infrastruktur pendidikan di sejumlah daerah. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan yakni pemasangan panel surya di SMK Negeri 2 Pangkalan Bun guna mendukung kebutuhan listrik sekolah.
Pemerintah provinsi juga mulai memperluas digitalisasi ruang kelas serta penyediaan akses internet berbasis Starlink di sejumlah sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kualitas pembelajaran berbasis teknologi, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan internet.
Tak hanya fokus pada sarana pembelajaran, Disdik Kalteng turut membuka peluang pemanfaatan fasilitas sekolah bagi kegiatan masyarakat selama tidak mengganggu proses belajar mengajar. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk optimalisasi aset pendidikan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan itu, Reza juga mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Kotawaringin Barat. Sekolah berasrama tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 120 siswa setiap tahun dan terbuka bagi pelajar dari seluruh Indonesia sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah. (DIN)





