PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui transformasi pendidikan berbasis digital dan inovasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Komitmen itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diseminasi Kekayaan Intelektual di Best Western Batang Garing Palangka Raya, Rabu (4/3/2026).

Dalam paparannya, Reza menegaskan bahwa Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, memiliki komitmen kuat agar tidak ada anak di Kalimantan Tengah yang putus sekolah maupun kesulitan memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan.

“Sudah banyak yang kita lakukan. Ini investasi jangka panjang. Inovasi itu tidak selalu harus baru, tapi bisa menyempurnakan yang sudah ada,” ujar Reza.

Ia menjelaskan, saat ini seluruh SMA, SMK, dan SKH di Kalimantan Tengah telah terintegrasi dalam sistem pemantauan digital melalui aplikasi PENA Kalteng. Jumlah satuan pendidikan yang sebelumnya sekitar 410 sekolah kini meningkat menjadi 443 sekolah dan seluruh datanya dapat diakses secara terbuka.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau kondisi sekolah secara lebih akurat, termasuk sekolah yang berada di wilayah sekitar tambang dan perkebunan. Data tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Reza mencontohkan SMA Arut Utara yang sebelumnya mengalami kekurangan guru fisika. Kini, proses pembelajaran di sekolah tersebut dapat dilakukan secara hybrid dengan dukungan papan tulis interaktif, panel surya, serta jaringan internet berbasis satelit Starlink.

Selain penguatan infrastruktur, Dinas Pendidikan Kalteng juga terus mendorong peningkatan daya saing siswa melalui pembelajaran berbasis teknologi dan inovasi. Transformasi pendidikan tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas SDM di Kalimantan Tengah secara merata hingga wilayah terpencil. (DIN)