PALANGKA RAYA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq, menilai kemajuan sektor pendidikan di Kalimantan Tengah memiliki hubungan erat dengan penurunan angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pernyataan itu disampaikan Fajar usai mengikuti upacara gabungan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (2/5/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan ekstrem di Kalimantan Tengah tercatat turun dari 0,39 persen pada 2024 menjadi 0,25 persen pada 2025.

Menurut Fajar, capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat daerah.

“Ini menunjukkan adanya korelasi antara pengentasan kemiskinan dengan kemajuan sektor pendidikan,” tegasnya.

Ia menilai investasi di bidang pendidikan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mampu mendorong pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah pusat terus mendorong penguatan pendidikan di daerah sebagai bagian penting dari strategi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui penguatan akses pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, dan dukungan terhadap siswa di daerah, pemerintah berharap tercipta generasi muda yang lebih produktif, mandiri, dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di masa depan. (DIN)